Sumberdaya alam (SDA) Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke merupakan anugerah Sang Pencipta. Patut disyukuri jika bangsa ini memiliki kekayaan yang melimpah yang dapat menjadi modal dalam mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai komponen bangsa yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat, memanfaatkan, dan melestarikan SDA kami bertekad untuk berkhidmat dalam melaksanakan cita-cita bangsa dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang didukung oleh nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
Upaya tersebut akan kami laksanakan dengan cara mengembangkan, menciptakan dan mentransformasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengupayakan penggunaannya dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang lestari dan berkeadilan sosial. Berdasarkan i’tikad tersebut, maka kami membentuk MAP Institute ini. Sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang peningkatan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.
Tujuan didirikannya MAP Institute yaitu untuk meningkatkan daya dukung pengelolaan sumberdaya alam dalam arti luas dan lingkungan hidup secara lestari, adil dan demokratis.
Mengembangkan, menciptakan dan mentransformasikan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengupayakan penggunaannya dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang lestari dan berkeadilan sosial.
Pria kelahiran Tuban ini menyelesaikan pendidikan formal SD hingga SMA di tempat kelahirannya. Melanjutkan pendidikan Sarjana ke Institut Pertanian Bogor (IPB) di Jurusan Manajemen Hutan dengan spesialisasi di bidang biometrika hutan dan lulus tahun 1996. Setelah menyelesaikan pendidikan S1, kemudian menyelesaikan pendidikan S2 di Magister Manajemen Agribisnis IPB pada tahun 1998 dengan konsentrasi di bidang manajemen strategis. Setelah bekerja di Business Council for Sustainable Development (BCSD) Indonesia sebagai sekretaris eksekutif dan menjadi staf di MM-IPB hingga pertengahan tahun 2000, pada tahun yang sama bergabung dengan Departemen Kehutanan hingga saat ini. Tahun 2006 menyelesaikan pendidikan Master of Forestry dari the Australian National University, Canberra dalam bidang ekonomi kebijakan kehutanan dan memperoleh gelar PhD dari universitas yang sama di bidang pengelolaan lingkungan dan pembangunan pada tahun 2013.
Secara khusus, Zahrul Muttaqin menekuni bidang-bidang tata kelola kehutanan, pemanfaatan jasa lingkungan hutan, kehutanan masyarakat, valuasi ekonomi sumberdaya hutan, dan perubahan iklim di bidang kehutanan.
Mbak Tari, begitu dia biasa disapa, adalah pegawai negeri sipil di Badan Informasi Geografis (BIG). Mengawali karir di BIG sejak lulus kuliah S1 dari Fakultas Kehutanan IPB tahun 1991, Lestari memperkokoh kepakarannya dalam bidang pemetaan dan informasi berbasis spasial lainnya, salah satunya dengan tugas belajar S2 nya ke Niigata University di Jepang di bidang sistem informasi biosains di awal 2000an dan memperoleh gelar doktor di bidang pengelolaan sumberdaya lingkungan dari Insititut Pertanian Bogor.
Mas Edi, begitu sapaan akrabnya, adalah pria kelahiran Blora, Jawa Tengah. Pendidikan SD hingga SMA ditamatkan di Blora. Gelar Sarjana Kehutanan (S.Hut) diperoleh di jurusan Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan IPB di tahun 1996. Pernah magang di Kementerian Kehutanan setelah menyelesaikan S1-nya, kemudian menjadi PNS di Dinas Kehutanan Kabupaten Rembang. Ketika berkiprah di Dishut Rembang tersebut dia memperoleh kesempatan untuk menamatkan studi Magister Ekonomi di Fakultas Ekonomi UGM tahun 2005.
Setelah menamatkan S2-nya, Edi kemudian mutasi ke Kementerian Kehutanan dan berkiprah di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam hingga ditugaskan untuk belajar S3 di Jurusan Ilmu Pengelolaan Hutan (IPH) Fakultas Kehutanan IPB yang ditamatkan pada tahun 2014. Saat ini bekerja di Kementerian LHK.
Lukas Rumboko adalah lulusan PhD Program dari Charles Sturt University di Albury, Australia di bidang pengelolaan hutan berbasis masyarakat tahun 2013. Bukanlah hal yang mengherankan jika Lukas mengambil bidang ini karena bidang ini memang sesuai dengan latar belakang pendidikan S1 yang dia dapatkan dari Universitas Gadjah Mada, yaitu sosiologi dan dari pengalaman berkiprahnya di Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan sejak akhir tahun 1990an.
Pendidikan S2-nya dia peroleh dari Wageningen University, Belanda, ketika dia bertugas di Balai Penelitian Kehutanan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Setelah menyelesaikan S2-nya Lukas kemudian bertugas di Pusat Penelitian Sosial Ekonomi dan Kebijakan Kehutanan, hingga sekarang. Saat ini Lukas memimpin sebuah kelompok peneliti di bidang politik dan hukum kehutanan, dimana dia dapat mengaktualisasikan kapasitas dan minatnya di bidang politik, sosiologi hukum, dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.
Pria kelahiran Klaten ini menamatkan SD hingga SMA di Sukoharjo Jawa Tengah. menyelesaiakan pendidikan Sarjana di Jurusan Manajemen Hutan Universitas Lampung pada tahun 2010, kemudian melanjutkan pendidikan di IPB pada program studi Ilmu Pengelolaan Hutan (IPH) yang ditamatkannya pada tahun 2015. Saat ini tercatat sebagai salah satu sebagai asisten penelitian di Proyek Kerjasama Penelitian di Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Kehutanan dan sebagai penulis lepas di berbagai media cetak di Lampung. Motto hidup yang dimilikinya adalah “Pergerakan ini tidak akan pernah berhenti sampai saya mati” sehingga memberikan motivasi untuk aktif dalam berbagai organisasi sejak di bangku kuliah seperti Sylva Indonesia, PMII, KNPI, Garsi, dll.
Wanita kelahiran Yogyakarta ini menyelesaikan pendidikan dari SD hingga SMA di Bengkulu Selatan. Tahun 2005 diterima sebagai mahasiswa di jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan (KVT) Fakultas Kehutanan IPB yang dituntaskannya pada tahun 2009. Pada tahun 2010 melanjutkan pendidikan di Program studi Biosains Hewan (BSH) FMIPA IPB tamat 2012 sebagai lulusan terbaik program Magister Sains IPB. Berbagai pendidikan pelatihan dalam Ekologi Sumberdaya Hutan diikuti sejak di bangku kuliah sekaligus sebagai asisten dosen di Fakultas Kehutanan IPB. Saat ini berkarir di Badan Informasi Geospasial.
Wanita asal Sragen ini menamatkan pendidikan S1 dari Fakultas Kehutanan, IPB, di bidang teknologi hasil hutan. Memiliki pengalaman bisnis dan jejaring yang cukup luas yang dapat diabdikan untuk pemberdayaan masyarakat dan penelitian di bidang pengelolaan sumber daya alam berbasis komersialisasi produk-produk berkelanjutan.
No. | Nama | Lokasi | Keahlian |
01. | Dr. Mei Mei Meilani, S.Pi, MM | Bogor | Kebijakan Pengelolaan SDA |
02. | Solichin Manuri, Ph.D | Bogor | Biometrika Hutan |
03. | Priyo Kus Ambodo, SE, MM | Bogor | Manajemen Strategis |
04. | Indartik, SSi, MSE | Bogor | Ekonomi Sumberdaya Alam |
05. | Dr. Fitri Nurfatriani, S.Hut, MSi | Bogor | Kebijakan Pengelolaan SDA |
06. | Agung Catur Prabowo, S.Hut, MP | Palangkaraya | Manajemen Hutan |
07. | Nina Nuraisyiah, SSos | Jakarta | Ilmu Komunikasi |
08. | Rahayu Yoseph, PhD | Kendari | Manajemen Lingkungan |
09. | Dra. Nurfitriyatin Yamin, MEd | Surabaya | Ilmu Kependidikan |
10. | Ahmad Nurdianto, S.Hut | Bogor | Sosial Ekonomi Kehutanan |
11. | Yustina Murdiningrum, PhD | Bogor | Hukum Lingkungan |
12. | Dr. Sandhi Imam Maulana | Bogor | Manajemen Sumber Daya Alam |
13. | Muhammad Zimamul Adli, SSi, MSi | Bandung | Fisika Terapan |