RANU

Sejarah NU di Indonesia menjadi komponen penting perjuangan panjang bangsa Indonesia meraih kemerdekaan dan mempertahankan islam rahmatan lil ‘alamin yang menjadi pondasi utama persatuan dan kesatuan bangsa. Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyyah terbukti sangat sesuai dengan budaya dan keragaman suku bangsa di Nusantara. 

Hingga kini, di usia 1 Abad, NU terus berbenah di berbagai bidang, seperti bidang Keagamaan, Kesehatan, Perekonomian, Pendidikan, dan Kebudayaan. Pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang digarap NU untuk menyiapkan generasi mendatang agar tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip ajaran para ulama yang bersanad sampai kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Berangkat dari Kantor PCNU Kota Bogor yang berada di wilayah Sempur dan pinggiran sungai Ciliwung.  Kami melihat bahwa masih banyak anak-anak usia dini tidak bersekolah karena biaya dan kondisi perekonomian yang kurang memadai. Keinginan tersebut didengar oleh para Pengurus PCNU Kota Bogor Tahun 2017 yang kemdusian tergerak untuk mewadahi mereka melalui taman kanak-kanak (Raudhatul Athfal). Langkah konkret yang ditempuh kemudian adalah inisiatif Lembaga Pendidikan Maarif NU Kota Bogor mendirikan Raudhatul Athfal Nahdlatul Ulama (RANU).

Dimulai dengan 5-7 orang murid dan 3 orang guru meskipun dengan fasilitas terbatas;
Biaya gratis; Gaji guru dan operasional dari iuran pengurus dan donatur. Setahun kemudian, pada 2018, guru mulai bertambah menjadi 4 orang, murid mulai 7-12 orang murid, fasilitas bertambah seperti rak buku, meja, alat peraga, gaji guru dan operasional dari donatur. Hingga 2019, kantor PCNU Kota Bogor masih menjadi ruang untuk santri. Saat ini penambahan murid cukup signifikan yaitu 10-18 orang. RANU pun berinisiatif menerbitkan ijazah, menambah fasilitas menjadi dua kelas, serta melengkapi alat peraga dan alat bermain.

Di awal pandemi, 2020, jumlah murid menjadi stagnan yaitu 10-15 orang, sekolah di awal pandemi masih berjalan, dan hingga sekolah secara daring. Meskipun demikian, RANU menambah fasilitas berupa jaringan internet/WIFI, sementara sumbangan untuk dhuafa masih terus dilakukan. Untuk memperkokoh legalitas RANU maka didirikanlah Yayasan Al-Ma’arif Aswaja Annahdlah Indonesia (Mawani).

Pada 2021 dilakukan relokasi ke tempat baru untuk agar kegiatan belajar mengajar lebih kondusif, dengan penambahan berbagai fasilitas dan upaya memperoleh izin operasional dari Kementerian Agama RI.

YAYASAN AL-MA’ARIF ASWAJA ANNAHDLAH INDONESIA (MAWANI)

PENDIRI:

  • Abdul Harris Dakhlany
  • A.M. Hasan Ali
  • Anton Eko Satrio
  • Ismayadi Samsoedin
  • Khotimi
  • Muhammad Zahrul Muttaqin
  • Ratih Damayanti
  • Ratna Widyaningsih
  • Turmudi
  • Zulkarnaen (Alm)

 

SUSUNAN ORGAN YAYASAN

DEWAN PEMBINA:

  • Dr. Muhammad Zahrul Muttaqin (Ketua)
  • Dr. Ifan Haryanto (Anggota)
  • Prof. Toni Bakhtiar (Anggota)

PENGAWAS:

  • Dr. Mei Mei Meilani, SPi, MM

PENGURUS:

  • Ketua: Faridh Almuhayat Uhib H., S.Hut. MSi.
  • Sekretaris: Priyo Kus Ambodo, SE, MM
  • Bendahara: Ahmad Nurdianto, S.Hut.

 

Pengelola RANU Kota Bogor

Penasihat:

  • Dr. Muhammad Zahrul Muttaqin
  • K. H. Khotimi Bahri, S.Ag, MP
  • H. Turmudzi

Pembina:

  • Ketua Yayasan Mawani

Pengawas:

  • Mega Lugina, S.Hut, M.For.Sc.

Kepala Sekolah:

  • Umbara Dewi Giatno

Dewan Guru:

  • Yulianingsih
  • Dendrioka Tanjung

Teknisi:

  • Muhammad Thohir